Rabu, 06 Agustus 2014

10 Merek Indonesia Yang Punya 'Brand Value' Tertinggi

Topten 1
Merek rokok Sampoerna terpilih menjadi merek paling berharga di Indonesia tahun 2014 versi perusahaan konsultan Brand Finance. Demikian disampaikan Managing Director Brand Finance Asia Pasifik Samir Dixit, dikutip dari beritasatu.com.
"Sampoerna mempertahankan diri sebagai merek paling berharga di Indonesia. Merek rokok Sampoerna memiliki nilai US$2,25 miliar (Rp 26,12 triliun). Nilai ini memiliki rasio 12 persen dibandingkan nilai perusahaan secara keseluruhan (US$18,51 miliar)," kata Samir.
Di posisi kedua ditempati oleh Telkom Indonesia yang mereknya memiliki nilai (brand value) US$1,92 miliar dan di posisi ketiga ditempati oleh Bank Mandiri dengan nilai merek sebesar US$1,66 miliar.
Di posisi keempat dan kelima kembali ditempati oleh merek rokok Gudang Garam dan Dji Sam Soe yang memiliki nilai merek US$1,32 miliar dan US$1,11 miliar.
Brand value adalah royalti yang harus dibayar jika ada pihak lain yang ingin menggunakan merek tersebut.
"Masih banyak perusahaan Indonesia yang belum menyadari pentingnya nilai sebuah merek. Merek bisa digunakan untuk meningkatkan harga produk atau mendorong penjualan," kata Samir.
Berikut adalah 10 besar merek paling berharga di Indonesia dan nilainya:
1. Sampoerna (US$2,25 miliar)
2. Telkom Indonesia ($1,92 miliar)
3. Bank Mandiri ($1,66 miliar)
4. Gudang Garam ($1,32 miliar)
5. Dji Sam Soe ($1,11 miliar)
6. Bank Rakyat Indonesia ($893 juta)
7. Bank BCA ($857 juta)
8. Perusahaan Gas Negara ($803 juta)
9. Bank Negara Indonesia ($780 juta)
10. Garuda Indonesia ($605 juta).

Kisah Andi Nata "Pengusaha Muda Sukses Ternak Domba"

Andinata
Andi Nata merupakan salah satu pengusaha muda di Indonesia yang berhasil menambah kisah sukses pengusaha muda Indonesia melalui bisnis yang ia mulai dari nol dan sukses berkat domba – dombanya. Andi Nata baru berusia 24 tahun, tetapi omset yang ia dapatkan bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Usaha domba yang ia geluti dimulai pada tahun 2008 dengan modal uang Rp 8 juta yang ia pinjam dari kerabatnya. Dengan uang pinjaman tersebut, Andi membeli lima ekor kambing, yaitu 4 kambing betina dan 1 kambing jantan. Dari situlah kisah entrepreneurnya dimulai. Bisnis itu sebenarnya dimulai ketika ayahnya mengalami kecelakaan dan memerlukan biaya pengobatan yang cukup besar yaitu Rp 30 juta. Biaya pengobatan yang mahal tersebut membuat Andi memutar otak untuk mendapatkan biaya untuk pengobatan ayahnya.

Awal Bisnis Tidak Berjalan Mulus
Menurut kisah yang ia ceritakan, ketika ia baru saja masuk kuliah, Andi langsung berusaha mencari pekerjaan dengan memberi les privat pada murid – murid SMA. Andi membantu mereka belajar Matematika dan Fisika karena dua mata pelajaran itu yang ia kuasai dengan baik. Selama 3 bulan memberi les, ia menghasilkan uang Rp 12 juta. Tentu biaya tersebut tidak cukup untuk membiayai ayahnya. Andi yang masih muda dan memiliki sifat mudah bergaul membawanya pada seorang perternak kambing dari Jawa Tengah yang akhirnya mengantarkan kisah sukses pengusaha muda Indonesia ini. Ia menjadi terinspirasi untuk menjadi pengusaha kambing yang sukses di Indonesia.

Pengusaha kambing tersebut mengajari Andi tentang cara bagaimana berternak kambing dan domba. Dari peternak tersebut, Andi terinspirasi untuk menjadi peternak kambing dan domba dan ingin mengukir kisah sukses pengusaha muda Indonesia seperti pebisnis muda di Indonesia lainnya. Untuk meningkatkan usahanya itu, ia bekerjasama dengan beberapa peternak di Garut, Cirebon, Wonosobo, dan di beberapa wilayah di pulau Jawa. Ia mencoba melakukan pendekatan – pendekatan kekeluargaan untuk menumbuhkan rasa saling percaya. Apalagi Andi sudah beberapa kali rugi sampai jutaan rupiah karena dibohongi oleh beberapa petani rekannya. Andi hanya berusaha untuk mengembangkan kambing – kambingnya. Pada awal usaha, beberapa anak kambingnya ada yang mati. Sisa kambing lainnya kemudian dijual saat menjelang Idul Adha. Kemudian hasil penjualan ia belikan kambing lagi, begitu seterusnya sehingga membuat kisah usahanya terus berlanjut

Andi Terus Belajar Untuk Meraih Kesuksesannya
Andi terus berusaha dalam mengembangkan bisnis dombanya dan berusaha mengejar ketinggalannya di bidang akademis. Andi tidak mau kalah dan pantang untuk rugi. Ia terus menimba ilmu tentang usaha mulai dari mengikuti lokakarya, kuliah singkat dan kursus ia ikuti. Salah satu rahasia yang berperan dalam cerita sukses pebisnis belia Indonesia ini adalah kemampuannya melobi. Bagi Andi, percuma jika seorang pengusaha hanya pintar berinovasi tetapi juga harus dapat menjalin relasi.Andi menyerap ilmu di sekitarnya tak peduli dari siapa ia belajar. Dari seorang ibu penjual gulai, ia mendapat inspirasi untuk memulai usaha katering untuk acara – acara yang memerlukan sate atau gulai kambing. kisah sukses pengusaha muda Indonesia ini merupakan kisah yang sangat inspiratif bagi kaum muda untuk mau berusaha dan bekerja keras agar bisa menjadi orang yang berhasil.

inspirasi dari Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol

UsahaInvestasi.com – Setiap ornag pasti ingin membuat usaha sendiri dan memulai bisnis sendiri dengan sukses. Namun memang agar bisa meraih kesuksesan tentu tidak semudah yang kita pikirkan, banyak hal yang akan kita hadapai. Tantangan dan hambatan akan menghalangi langkah kita dalam menjalani kesuksesan maka dari itu kita harus benar-benar dalam menjalankan bisnis yang akan kita mulai.
Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol
Banyak memang jenis bisnis yang memang bisa kita pilih dan lakukan dan itu bisa membantu kita untuk membuka usaha baru. Tapi setidaknya kita juga harus meniru dari Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol yang memang bisa kita tiru cara-caranya, namun tidak untuk mencontek tapi mempelajri Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol. Meskipun memang dengan modal yang cukup kecil, tapi jika dilakukan dengan benar maka keuntungan yang bisa diperoleh bisa lebih tinggi dari modal yang kita tanamkan.
Di Indonesia sendiri banyak memang Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol yang bisa kita pelajari dan memang bisa menjadi pemacu motivasi bagi kehidupan kita dalam menjalankan bisnis. Pengusaha besar di Indonesia tidak semuanya lahir dari keluarga pengusaha ataupun bermodalkan besar. Banyak dari para pengusaha besar di Indonesia yang ternyata pada awalnya hanya menanamkan modal yang kecil. Namun dengan kseungguhan dan juga niat yang benar maka mereka bisa meraih kesuksesan seperti sekarang ini memiliki banyak perusahaan besar di Indonesia, bahkan sebagian namanya terkenal sampai ke luar negeri.
Tentunya Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol tersebut layak untuk kita tiru dan kita pelajari. Kita harus optimis dalam menjalankan bisnis agar usaha yang kita jalankan sesuai dengan rencana. Fokus pada tujuan yang ingin kita raih, jangan sampai kita terkecoh oleh hal yang akan menghancurkan bisnis kita. Maka dari itu jika memang benar kita ingin memulai bisnis dengan baik, sebaiknya kita harus mencontoh dan mempelajari Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol yang memang bisa memberikan kita banyak motivasi agar kita bisa meraih kesuksesan seperti mereka para pengusaha ternama.

Kisah Pengusaha Sukses dari Modal Nol

Majalahinovasi.com – Pernahkah anda membayangkan seorang tukang sapu yang bekerja membersihkan jalanan dari sampah dan dedaunan. Atau pernahkah anda membayangkan seorang tukang kuli bangunan yang harus bekerja banting tulang menghadapi panasnya terik sinar matahari demi menafkahi keluarga. Tentu saja anda tidak pernah melirik orang seperti ini.
Tapi pernahkah anda berpikir orang seperti yang tersebut di atas kini menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki omset hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Mungkin anda akan terkagum-kagum atau cuma bisa melohok melihatnya.
tri-sumono
Tri Sumono
Begitulah yang terjadi pada Tri Sumono yang kini lewat perusahaan CV 3 Jaya, ia mengelola banyak cabang usaha, antara lain, produksi kopi jahe sachet merek Hootri, toko sembako, peternakan burung, serta pertanian padi dan jahe. Bisnis lainnya, penyediaan jasa pengadaan alat tulis kantor (ATK) ke berbagai perusahaan, serta menjadi franchise produk Ice Cream Campina.
Dari berbagai lini usahanya itu, ia bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta per bulan. Pria kelahiran Gunung Kidul, 7 Mei 1973, ini mengaku tak pernah berpikir hidupnya bakal enak seperti sekarang. Terlebih ketika ia mengenang masa-masa awal kedatangannya ke Jakarta. Mulai merantau ke Jakarta pada 1993, pria yang hanya lulusan sekolah menengah atas (SMA) ini sama sekali tidak memiliki keahlian.
Ia nekat mengadu nasib ke Ibu Kota dengan hanya membawa tas berisi kaus dan ijazah SMA. Untuk bertahan hidup di Jakarta, ia pun tidak memilih-milih pekerjaan. Bahkan, pertama bekerja di Jakarta, Tri menjadi buruh bangunan di Ciledug, Jakarta Selatan. Namun, pekerjaan kasar itu tak lama dijalaninya. Tak lama menjadi kuli bangunan, Tri mendapat tawaran menjadi tukang sapu di kantor Kompas Gramedia di Palmerah, Jakarta Barat.
Tanpa pikir panjang, tawaran itu langsung diambilnya. “Pekerjaan sebagai tukang sapu lebih mudah ketimbang jadi buruh bangunan,” jelasnya.Lantaran kinerjanya memuaskan, kariernya pun naik dari tukang sapu menjadi office boy. Dari situ, kariernya kembali menanjak menjadi tenaga pemasar dan juga penanggung jawab gudang.
Pada tahun 1995, ia mencoba mencari tambahan pendapatan dengan berjualan aksesori di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu, Tri sudah berkeluarga dengan dua orang anak. Selama empat tahun Tri Sumono berjualan produk-produk aksesori, seperti jepit rambut, kalung, dan gelang di Jakarta. Berbekal pengalaman dagang itu, tekadnya untuk terjun ke dunia bisnis semakin kuat. “Saya dagang aksesori seperti jepit rambut, kalung, dan gelang dengan modal Rp 100.000,” jelasnya.
Setiap Sabtu-Minggu, Tri rutin menggelar lapak di Stadion Gelora Bung Karno. Dua tahun berjualan, modal dagangannya mulai terkumpul lumayan banyak. Dari sanalah ia kemudian berpikir bahwa berdagang ternyata lebih menjanjikan ketimbang menjadi karyawan dengan gaji pas-pasan. Makanya, pada tahun 1997, ia memutuskan mundur dari pekerjaannya dan fokus untuk berjualan.
Berbekal uang hasil jualan selama dua tahun di Gelora Bung Karno, Tri berhasil membeli sebuah kios di Mal Graha Cijantung. “Setelah pindah ke Cijantung, bisnis aksesori ini meningkat tajam,” ujarnya.
Tahun 1999, ada seseorang yang menawar kios beserta usahanya dengan harga mahal. Mendapat tawaran menarik, Tri kemudian menjual kiosnya itu. Dari hasil penjualan kios ditambah tabungan selama ia berdagang, ia kemudian membeli sebuah rumah di Pondok Ungu, Bekasi Utara. Di tempat baru inilah, perjalanan bisnis Tri dimulai.
Pengalaman berjualan aksesori sangat berbekas bagi Tri Sumono. Ia pun merintis usaha toko sembako dan kontrakan. Sejak itu, naluri bisnisnya semakin kuat. Saat itu, ia langsung membidik usaha toko sembako. Ia melihat, peluang bisnis ini lumayan menjanjikan karena, ke depan, daerah tempatnya bermukim itu bakal berkembang dan ramai. “Tapi tahun 1999, waktu saya buka toko sembako itu masih sepi,” ujarnya.
Namun, Tri tak kehabisan akal. Supaya kawasan tempatnya tinggal kian ramai, ia kemudian membangun sebanyak 10 rumah kontrakan dengan harga miring. Rumah kontrakan ini diperuntukkan bagi pedagang keliling, seperti penjual bakso, siomai, dan gorengan. Selain mendapat pemasukan baru dari usaha kontrakan, para pedagang itu juga menjadi pelanggan tetap toko sembakonya. “Cara itu ampuh dan banyak warga di luar Pondok Ungu mulai mengenal toko kami,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, naluri bisnisnya semakin kuat. Tahun 2006, Tri melihat peluang bisnis sari kelapa. Tertarik dengan peluang itu, ia memutuskan untuk mendalami proses pembuatan sari kelapa. Dari informasi yang didapatnya diketahui bahwa sari kelapa merupakan hasil fermentasi air kelapa oleh bakteri Acetobacter xylium. Untuk keperluan produksi sari kelapa ini, ia membeli bakteri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor. “Tahap awal saya membuat 200 nampan sari kelapa,” ujarnya.
Sari kelapa buatannya itu dipasarkan ke sejumlah perusahaan minuman. Beberapa perusahaan mau menampung sari kelapanya. Tetapi, itu tidak lama. Lantaran kualitas sari kelapa produksinya menurun, beberapa perusahaan tidak mau lagi membeli. Ia pun berhenti memproduksi dan memutuskan untuk belajar lagi.
Untuk meningkatkan kualitas sari kelapa, ia mencoba berguru ke seorang dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Mulanya, dosen itu enggan mengajarinya karena menilai Tri bakal kesulitan memahami bahasa ilmiah dalam pembuatan sari kelapa. “Tanpa sekolah, kamu sulit menjadi produsen sari kelapa,” kata Tri menirukan ucapan dosen kala itu.
Namun, melihat keseriusan Tri, akhirnya sang dosen pun luluh dan mau memberikan les privat setiap hari Sabtu dan Minggu selama dua bulan. Setelah melalui serangkaian uji coba dengan hasil yang bagus, Tri pun melanjutkan kembali produksi sari kelapanya. Saat itu, ia langsung memproduksi 10.000 nampan atau senilai Rp 70 juta. Hasilnya lumayan memuaskan. Beberapa perusahaan bersedia menyerap produk sari kelapanya. Sejak itu, perjalanan bisnisnya terus berkembang dan maju.
Demikian kisah motivatif tentang Tri Sumono yang membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras pasti bisa meraih setiap apa yang di impikan dan cita-citakan. Semoga kisah di atas bisa menjadi sebuah isnpirasi bagi kita semua. (WS/PP)

Ini Dia Kisah Rini Sukses Bisnis Keripik Lebay dari Nol

http://images.detik.com/content/2014/04/22/480/keripiklebay.jpg
Jakarta -Rini Sumiarsih salah satu dari sekian banyak orang yang sempat kebingungan untuk memulai usaha. Ia pernah berjualan keripik pisang, namun pasarnya sudah diambil orang lain di kampungnya Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat.

Pendapatan dari suami yang berjualan bakso goreng keliling per hari hanya berkisar Rp 15.000-20.000. Hal ini lah yang membuat mantan pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) ini ingin kembali terjun ke dunia bisnis, untuk menambah pendapatan keluarga.

"Lalu mikir harus bisnis apa lagi, masa sama. Ibu lihat banyak sekali talas, tapi biasanya talas itu diolahnya hanya direbus, saya mikir ini dibuat keripik bagus nggak. Terus dicoba," kata Rini di acara Media Gathering Prasetiya Mulya Business School, di Penang Bistro, Kebon Sirih Jakarta, Senin (22/4/2014).

Usahanya tak langsung berjalan mulus, Rini harus terus menerus mencoba bereksperimen membuat keripik talas yang enak. Maklum saja, ia baru pertama kali mencoba bisnis keripik talas. Produk keripik talasnya diberikan cuma-cuma untuk para tetangganya sebagai tes pasar.

Percobaan terus dilakukan hingga akhirnya Rini bersama suami, Dede memberanikan diri untuk menjual hasil karyanya. Keripik talasnya belum dimodifikasi apa-apa, rasanya pun hanya satu yaitu asin.

"Was-was pertama nggak ada label. Saya sama ibu berkeliling menjajakan keripik masing-masing 20 bungkus. Saya sisa 5, punya istri saya habis," kata Dede, sang suami Rini.

Dari situ mulai terpikir untuk mulai memasarkannya lewat warung-warung kecil di wilayah Cibeber. Rini menitipkan dagangannya di warung yang hanya berjumlah 6 gerai. Produknya ternyata cukup disambut positif masyarakat Cibeber.
Namun kedua pasangan istri yang sudah dikaruniai 3 orang anak ini kebingungan. Alasannya, jika produk mereka ingin dikenal dan berkelanjutan maka perlu ada label di produknya.

Pemilihan nama untuk labelnya itu pun tak mudah. Mereka terus berpikir nama apa yang cocok untuk produk mereka. Akhirnya dipilihlah nama "lebay" yang diambil dari nama julukan Rini di lingkungan ibu-ibu PKK di desanya. Entah apa alasannya Rini disebut "Ibu Lebay".

"Akhirnya ya sudah pakai nama keripik Lebay," kata Dede.

Dede kini fokus membantu istrinya menjalankan usahanya. Usaha Dede berjualan bakso goreng sudah ditinggalkan sejak 5 bulan lalu.

Di tengah usahanya, tepatnya Februari 2014, Rini mendapatkan bantuan dari para mahasiswa Prasetiya Mulya Business School. Sebanyak 8 orang mahasiswa Prasetiya Mulya berugas membantu usaha Rini dalam hal pemasaran, pembukuan, pembentukan kapasitas usaha dan bimbingan bisnis lainnya.

Dampaknya sangat terasa bagi Rini dan usahanya ini. Saat ini, produk Keripik Lebay memiiliki rasa berbeda-beda: balado, keju dan original. Juga pangsa pasarnya yang mencapai 135 toko.

"Pendapatan kotor kalau sebelum ada mahasiswa itu sekitar Rp 150-200 ribu/minggu. Setelah ada mahasiswa seminggu Rp 1,5 juta per minggu. Bersihnya Rp 300 ribu/minggu," katanya.

Kini Rini menunggu surat izin dari kementerian kesehatan agar produknya ini bisa dipasarkan di toko oleh-oleh Cianjur. Harapannya tak muluk-muluk menjalankan usaha. Ia hanya ingin hidup berkecukupan, dan bisa menyekolahkan anak-anaknya kelak dan produknya makin terkenal.

"Saya ingin keripik lebay jadi icon Cianjur," harapnya.

ayo jadi entrepreneur


Kisah Sukses: 10 Orang Yang Sukses Dari Nol



Kisah Sukses: 10 Orang Yang Sukses Dari Nol pastinya dapat memberi inspirasi, terutama bagi para pengusaha dari nol yang tengah berjuang mengembangkan bisnisnya. Walaupun Anda termasuk orang yang tidak bermimpi untuk menjadi orang kaya, kisah-kisah ini mampu menunjukkan contoh seberapa jauh tekad, keyakinan, dan ketekunan dapat menjadi inspirasi dan faktor pengaruh dalam hidup Anda. Berikut adalah Kisah Sukses: 10 Orang Yang Sukses Dari Nol.

# 10. John D. Rockefeller
sukses dari nol
Rockefeller lahir di Richford, New York dan mempunyai lima saudara. Ayahnya adalah seorang pedagang keliling tetapi sayangnya mempunyai moralitas yang kurang baik. Sebagian besar hidupnya, ayah Rockefeller mencari berbagai trik dan skenario agar ia bisa terhindar dari kerja keras atau tidak bekerja sama sekali. Ketika Ayahnya pergi selama berminggu-minggu, Ibunya yang mengambil alih tugas memimpin keluarga. Setelah dari New York, keluarga Rockefeller pindah ke Moravia dan kemudian ke Owego. John mendapat pekerjaan di sebuah perpustakaan setelah lulus dari sekolah dimana dari sana ia mendapat gaji sekitar $ 50 dalam tiga bulan. Pada tahun 1859, Rockefeller memutuskan untuk mendirikan bisnis dengan seorang temannya yang bernama Maurice B. Clark. Keduanya mendirikan perusahaan kilang minyak yang dikerjakan secara manual bersama-sama dengan dua orang karyawannya. Segera setelah itu, Rockefeller membeli perusahaan Clark bothers dan menamainya Rockefeller & Andrews. Akhir dari cerita, Rockefeller bisa mendirikan Perusahaan Standard Oil dan menjadi miliarder pertama di dunia.
# 9. Liz Murraysukses dari nol
Lahir di Bronx, New York, kehidupan Murray dimulai dengan catatan buruk. Dia terlahir dari orang tuanya yang miskin, terinfeksi HIV, kecanduan narkoba yang tidak mampu menyediakan kehidupan yang layak untuknya. Pada usia sembilan tahun, Murray dan keluarganya hidup di sebuah apartemen yang sangat kotor. Pada usia muda, 16 tahun, Murray ditinggalkan oleh ibunya karena meninggal akibat AIDS. Ayahnya juga menelantarkannya dan pindah ke tempat penampungan tunawisma. Dia bisa duduk disekolah tinggi, tetapi karena kemalangannya ia sering tidur di stasiun kereta bawah tanah, bangku taman, atau di rumah teman. Walaupun tanpa pendidikan yang baik, Murray mampu lulus dalam dua tahun dan bisa masuk kuliah di Harvard. Hari ini, Liz adalah pembicara inspirasional yang berbicara tentang bagaimana tekad dan tidak peduli seberapa keras kehidupan, Anda harus maju terus dan terus berjuang mencapai cita-cita. Banyak film telah dibuat tentang kehidupannya.
# 8. Ozzy Osbourne
sukses dari nol Osbourne lahir di Aston, Birmingham, Inggris. Ayahnya adalah pembuat perkakas dan ibunya bekerja membuat komponen mobil. Orang tuanya bekerja keras setiap hari untuk menghidupi Ozzy dan lima saudara kandungnya. Osbourne tidak bisa berprestasi dengan baik di sekolah karena ia dikatakan menderita disleksia. Karena itu, Ozzy lebih melirik ke arah kegiatan ekstrakurikuler, seperti musik dan drama. Pada usia 15 tahun, Ozzy putus sekolah dan menjadi buruh konstruksi. Dia berganti-ganti pekerjaan antara lain menjadi tukang ledeng, pembuat perkakas, pekerja di rumah potong, dan kemudian menjadi pekerja di pabrik mobil. Osbourne kadang-kadang terlibat masalah dan pernah dituduh sebagai pelaku perampokan sebuah toko pakaian. Dia tidak bisa membayar uang jaminan sehingga ia harus menghabiskan waktu di penjara. Akhirnya, Osbourne memutuskan untuk menjadi penyanyi dari sebuah band lokal dimana ia mendapat pengakuan atas bakatnya. Tak lama kemudian dengan bantuan teman, Ozzy mampu membentuk band sendiri, Black Sabbath. Sepanjang hidupnya, Ozzy berjuang dengan alkoholisme dan penyalahgunaan narkoba. Dia telah dilarang manggung di kota-kota tertentu, berkali-kali ditangkap, dan bahkan menyikasa istrinya, Sharon. Namun, ia masih mampu menghasilkan sembilan album studio, tiga album live, dan singel-single yang masuk top peringkat tangga lagu Inggris.
# 7. J.K. Rowling
Rowling lahir di Yate, Gloucestershire, Inggris, yang dekat Bristol. Saat disekolah, menemukan cintanya pada menulis cerita sukses dari nol fantasi. Dia sering menulis cerita dan menceritakannya untuk adiknya. Rowling sering pindah dari desa ke desa dan sering bepergian. Pada bulan Desember 1990, ibu Rowling meninggal dan dia pindah ke Porto, Portugal untuk mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Sebelum kematian ibunya, Rowling sudah mulai menulis novelnya yang terkenal Harry Potter. Di Portugal, Rowling menikah, tetapi pasangan itu dipisahkan pada tahun 1993. Dari pernikahan tersebut, dia mempunyai seorang anak perempuan dan mereka berdua pindah ke Endinburgh, Skotlandia. Selama ini, Rowling didiagnosa menderita depresi klinis dan sering mencoba bunuh diri. Sekarang dia tidak bekerja dan hidup sejahtera. Dia mampu menulis dan menyelesaikan novel pertamanya dengan pergi dari kafe ke kafe yang berbeda. Saat ini, kekayaan J.K. Rowling bernilai sekitar $ 1,1 miliar dan telah mampu menjual lebih dari 400 juta buku.
# 6. Richard Branson
sukses dari nol Richard Branson lahir dari keluarga yang layak di Blackheath, London. Orang tua dan kakeknya adalah Hakim Pengadilan Tinggi. Ia menerima pendidikan yang baik, tetapi ia tidak melakukannya dengan baik di sekolah. Alih-alih berfokus pada sekolah, Branson memutuskan untuk mengkonsentrasikan waktunya untuk menanam pohon Natal dan memelihara burung. Namun, kedua proyek tersebut gagal. Pada usia 16, Branson menerbitkan majalah dan kemudian mendirikan bisnis kaset mail-order. Pada tahun 1972, ia mampu membuka beberapa toko kaset, yang ia sebut Virgin Records. Pada 1980-an, toko kasetnya mampu berkembang. Branson menciptakan Virgin Atlantic Airwaves selagi memperluas Virgin Records, yang menjadi label musik. Setelah memulai hidupnya sebagai seorang siswa miskin dan tidak memiliki potensi dalam hidup, Branson kini menjadi orang terkaya 245 di dunia. Dia juga membeli dua buah pulau  di Karibia. Cerita lengkapnya dapat Anda dibaca disini.
# 5. Chris Gardner
Chris tumbuh tanpa mengetahui siapa ayah kandungnya. Ibunya menikah dengan seorang pria yang benar-benar sukses dari nol menghancurkan hidupnya dan kehidupan ibunya. Ia diusir dari rumahnya dan tidak punya tempat tujuan sehingga dia mendaftar di Angkatan Laut. Setelah dari sana, Chris menjadi seorang salesman obat-obatan, menikah, dan mempunyai anak. Namun, industri obat-obatan sedang menurun dan Chris harus menemukan sumber pendapatan baru. Dia menemukan minat sebagai pialang saham, setelah melihat broker saham yang menggunakan Ferrari. Pada saat tersebut, Chris tidak punya uang dan istrinya pergi meninggalkannya. Anaknya menjadi motivasinya, meskipun keduanya sempat sampai tidur di kamar mandi stasiun kereta bawah tanah. Chris mampu lulus ujian lisensi dan diterima bekerja di Sterns Bear. Di sini dia menjadi sales lewat telepon untuk mendapatkan klien. Pada tahun 1987, keadaan berbalik untuk Chris. Dia sudah memiliki rumah dan mulai menghasilkan uang. Pada tahun yang sama, ia mampu untuk merintis perusahaan pialang yang disebut Gardner Rich & Co.
# 4. H. Wayne Huizenga
Wayne lahir di Chicago, Illinois. Pada saat remaja, Wayne dan keluarganya pindah ke Florida, tapi dia akhirnya menyadari sukses dari nol bahwa ayahnya bukanlah sosok yang ia harus contoh. Ayahnya suka menyiksa ibunya, tujuan pindah ke Florida dengan harapan untuk menjaga perkawinan dari perceraian. Namun, ayah Wayne tidak berubah, dan dia terus menerus melecehkan keluarganya. Wayne disana sampai sekolah tinggi dan setelah itu pindah kembali ke Chicago untuk kuliah, namun tak lama kemudian ia drop out. Dia kemudian mendaftar untuk menjadi bagian dari Angkatan Darat dan berlatih disana. Setelah pelatihan ia kembali ke Florida, membeli truk, dan mulai mengambil sampah sebagai bidang bisnisnya. Tanpa disangka, bisnis angkutan sampahnya tumbuh menjadi bisnis yang sangat sukses. Perusahaannya beroperasi di seluruh Florida Selatan dan segera menjadi dikenal sebagai Waste Management Inc. Tak lama kemudian, perusahaan Wayne dikenal di seluruh wilayah Amerika. Wayne juga membeli toko Blockbuster, yang menjadi sukses besar, dan akhirnya bergabung dengan Viacom. Sepanjang hidupnya, Wayne telah mampu memiliki tiga perusahaan yang masuk Fortune 500 Companies.
# 3. Jim Carreysukses dari nol
Jim Carrey lahir di Ontario, Kanada. Awalnya, keluarga Jim itu baik-baik saja. Ayahnya bekerja sebagai akuntan. Tetapi ketika Jim semakin tumbuh besar, situasi keluarganya memburuk. Keluarganya harus pindah ke Scarborough dan mereka semua bekerja di Pabrik Roda Titan. Jim harus bekerja delapan jam sehari dan juga bersekolah. Namun tetap saja sangat sulit untuk menjaga perekonomian keluarga tetap stabil. Setelah keluar dari pabrik ke pekerjaan baru, keluarga Jim bahkan harus tinggal di sebuah mobil van. Akhirnya, Jim memiliki keberanian untuk berdiri dan memutuskan untuk bertindak mewujudkan mimpinya menjadi pelawak. Dia melakukan stand-up komedi secara rutin dan Jim sangat menyukai pekerjaannya. Begitu menyukainya sampai-sampai ia drop out dari SMA. Jim mampu mempertunjukan bakatnya dan akhirnya mendapat peran di komedi situasi yang berjudul The Duck Factory. Dia juga menjadi salah satu pemeran di acara Living Color. Ini adalah titik balik untuk Jim dan sejak saat itu Jim mulai berkecimpung dalam film layar lebar seperti The Mask dan Ace Ventura. Saat ini ia adalah salah satu komedian yang dibayar paling tinggi.
# 2. Andrew Carnegie
sukses dari nol Meskipun Andrew Carnegie terbukti menjadi salah satu raksasa dari era industri, ia pernah menjadi anak miskin dari Skotlandia. Ayahnya adalah penenun alat tenun tangan, tapi begitu era industrialisasi mencapai Skotlandia, pekerjaan ayahnya tidak lagi diperlukan. Selama bertahun-tahun, keluarganya mengalami masa-masa sulit untuk memenuhi kebutuhan, sehingga mereka memutuskan untuk memulai lagi dan pindah ke Amerika. Pada usia tiga belas tahun, Andrew dan keluarganya pindah ke Amerika dan dia mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik kapas. Dia bekerja dua belas jam sehari, enam hari seminggu. Akhirnya dari situ Andrew mendapat pekerjaan sebagai pengirim pesan telegraf. Karena etos kerja yang besar, seseorang dari Perusahaan Pennsylvania Railroad menawarinya pekerjaan, yang memungkinkan dia untuk mendapatkan uang lebih banyak dan membuka jalan baginya untuk menaiki tangga karir perusahaan. Setelah itu dia mulai berinvestasi di perusahaan kereta api dan kemudian mendapatkan untung besar setelah berinvestasi dalam industri baja. Keuntungan tersebut memungkinkan dia untuk memiliki perusahaan baja sendiri, yang mampu memasukan 120 miliar kedalam dompetnya.
# 1. Oprah Winfrey
Cerita tentang kekayaan Oprah mungkin sudah pernah Anda dengar atau Anda ketahui dengan baik. Oprah lahir dari dua orang sukses dari nol remaja yang tidak menikah di Mississippi. Setelah ia lahir, kedua remaja tersebut mengakhiri hubungan mereka. Oprah dibesarkan oleh neneknya yang miskin dan tidak mampu memberi banyak, tapi dia mengajari Oprah membaca sebelum usia tiga tahun. Ketika Oprah berusia enam tahun dia pindah ke kota Milwaukee untuk tinggal bersama ibunya. Walaupun dengan berbagai keterbatasan, Oprah berprestasi secara akademis. Oprah menjadi pemberontak dan lari dari rumah, hal ini memaksa ibunya mengirimnya untuk tinggal bersama ayahnya di Tennessee. Dia menjadi mahasiswa yang luar biasa dan banyak orang kagum kepadanya. Dia bekerja dari host radio ke pembaca berita, dan kemudian menjadi host televisi. Saat ini, dia memiliki acara dan saluran televisi sendiri serta majalah.